Pengguna Narkotika sepanjang 2018

Jakarta (dejavu) - Badan Narkotika Nasional (BNN) catat pengguna narkotika sepanjang 2018, mayoritas ditempati oleh anak muda..

Narkotika bukan hanya sabu, ganja, heroin, morfin, ada juga NPS, PCC, Premadol, ini harganya relatif murah. Harga murah beberapa jenis narkoba tersebut, menjadi salah satu penyebab alasan anak usia muda banyak  yang mengkonsumsi narkoba.

Untuk itu, BNN bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kemendikbud RI, berencana ingin memasukkan kurikulum narkotika dari anak usia dini, namun masih berproses.

“Kami ingin memasukkan modul anti narkoba dari tingkat playgroup sampai kampus. Dan masuk ke kurikulum mulok (muatan lokal), ini akan kami bicarakan ke MUI, Kemendikbud, dan lainnya. Kita memang prihatin, tapi harus bisa masuk ke situ untuk berantas,” ujar Kepala BNN Komjen Heru Winarko

Sebagai upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, pada tahun ini BNN telah meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada 522 lembaga baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat. Dari data BNN, dalam tahun ini BNN sudah melakukan tes urine sebanyak 4.652 kali dengan peserta sebanyak 297.918 orang. 

Dilain pihak, jumlah penyalahguna yang sudah direhabilitasi oleh lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan komponen masyarakat sebanyak 15.263 orang. BNN juga telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada 4.231 mantan penyalahguna narkoba.

Menyikapi seriusnya ancaman narkoba pada generasi muda, Presiden Rl mengeluarkan Inpres No. 6 tahun 2018 tentang rencana aksi nasional P4GN. Melalui Inpres ini, seluruh kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah harus melakukan aksi P4GN yang nantinya dilaporkan ke Presiden RI. Inpres ini juga mendorong dibuatnya peraturan P4GN di kementerian/lembaga atau perda di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Respon positif terhadap Inpres tersebut, tercermin dari aktifnya sejumlah kementerian atau lembaga, Pemda, BUMN, dan instansi swasta melakukan aksi nyata, baik dalam bentuk sosialisasi bahaya narkoba, tes urine, ataupun pembentukan kader anti narkoba dalam mendukung terselenggaranya Inpres No.6 tahun 2018 tersebut.

Foto : Istimewa
Labels: Indonesia

Thanks for reading Pengguna Narkotika sepanjang 2018. Please share...!

Back To Top